Sabtu, 17 Mei 2014

Seputar Online Shop

Haiii semuaa..!!
Sambil nongkrongin sinetron favorit aku "Pashmina Aisyah", aku mau posting tentang cerita aku hari ini. Cekidott ...

Online Shop, siapa sih yang gatau online shop? Yupp, online shop itu tepat kita belanja barang yang kita mau tanpa kita harus repot datang langsung ke tokonya. Kita tinggal pilih barangnya lewat foto dan setelah deal kita tinggal transfer total pembelanjaan kita terus duduk manis di rumah nunggu barang tersebut dianter sama kurir. Simple bukan? Itu untuk customer, lalu, bagaimana dengan seller nya?

Ga beda jauh dengan para pembeli, berjualan secara online juga memberi kemudahan untuk para seller (penjual). Penjual ga usah membuang modal besar untuk sewa toko, bahkan sebagian seller ga usah mengeluarkan modal untuk membeli barang jualannya dan beresiko rugi karena barang yang udah dibeli ga laku dijual. Contohnya aku, ga semua barang yang aku jual ada di rumah, hanya produk yang rutin aku pakai aja ada stok di rumah karena kalo ga laku 'kan bisa aku pake sendiri, hihihi..tapi sebagian besar, baru aku pesan ke suppliernya kalo sudah ada yang membeli produk tersebut. Lah, terus gimana aku menawarkan barang kalo barangnya sendiri belum ada? Seperti yang tadi aku bilang, para konsumen online shop hanya memilih barang dengan foto, jadi, aku tinggal minta foto-fotonya ke supplier, terus aku post deh. Setelah ada pembayaran dari konsumen, baru para seller akan memesan barang tersebut ke supplier. Mudah juga 'kan? (Dan aku selalu jujur sama konsumen kalo memang ada barang yang stoknya ga ada di rumah, kalo aku niat bohong, ga mungkin aku posting artikel ini yaa..)

Tapi, pada kenyataannya belanja maupun menjual barang di online shop itu ga semudah teori di atas, seengganya itu menurut aku sebagai pemula. Sampai hari ini aku udah 2 tahunan menjadi penjual online shop, kesulitan serta kerugian itu tetep ada. Bahkan, beberapa barang yang aku jual di online shop aku tuh aku beli secara on line juga, bisa dibilang bahwa aku ini reseller. Jadi, otomatis selama 2 tahun ini aku menjadi seller sekaligus konsumen online shop. Meskipun baru 2 tahun tapi cukup banyak pengalaman yang aku dapet, mulai dari ketemu penjual yang ketus sampai dapet pembeli yang galak. Dan hal itu kadang bikin aku kapok dan ingin stop jualan. Tapi koq sekarang aku masih jualan online yaa? hihihi.. Itu karena aku kembali lagi ingin memulai semuanya dari awal (kayak pacaran aja, hihihi), aku ingin bisa jadi penjual yang sukses. Tapi ga semudah itu. Citra online shop itu udah tercoreng dengan kelakuan para seller nakal yang justru kabur setelah konsumen melunasi pesanan. Yang penting kita harus jadi smart buyer yaa..

Seperti masalah aku hari ini, dari 3 mingguan yang lalu aku ngirim barang pesenan konsumen di beberapa kota dan ada yg ke luar pulau juga. Barang tersebut harusnya udah sampai di tujuan max 1 minggu. Tapi, ada beberapa barang yang  baru sampai hari ini. Dan pastinya ini jadi masalah buat aku sebagai seller yang ga bisa melayani konsumen dengan baik dan juga masalah untuk konsumen aku yang kecewa dengan pengiriman yang sampai terlambat. Tapi, untuk masalah ini, aku ga bisa berbuat apa-apa karena masalahnya ada di jasa pengirimannya dan mereka mengakui kesalahannya itu. Tinggal aku yang harus siap dengar komplain dari mereka, dan itu wajar. Bukan cuma itu, karena aku lupa mengecek barang yang dikirim supplier, aku sampai ga sadar menjual barang dengan kualitas jelek, dan aku ga pikir panjang lagi langsung stop smua produk dari supplier itu. Jangan sampai konsumen ku kecewa hanya karena kesalahan satu supplier. Akhirnya, aku kembali mendengar keluhan mereka. Di setiap keluhan itu ada rasa penyesalan di hati aku, kenapa aku ga teliti dulu barangnya, dan aku berfikir buat stop lagi jualan. Tapi, untunglah konsumen aku yang komplain itu adalah sahabat aku sendiri, pastinya dia memaafkan aku dan menghibur aku, dan aku sangat menghargai yang dia lakukan sama aku. Sahabat yang baik itu harus menegur saat sahabatnya salah tapi tetap mendukung untuk berubah menjadi lebih baik. (Thx Putri Jais). Berkat dukungan sahabat aku itu aku kembali semangat buat jualan, dan aku pikir ini adalah pelajaran kalau aku harus lebih teliti lagi.

Yaah, akhirnya dengan perasaan yang masih agak kecewa dengan diri aku sendiri, aku kembali memasang iklan-iklan untuk produk-produk baru aku. Aku akan jadikan hari ini pelajaran untuk selalu teliti.Kesimpulannya, masalah utama seller maupun buyer online shop itu ada di kualitas layanan jasa pengirim barang, ketelitian buyer maupun seller, kejujuran seller dan kepintaran buyer untuk memilih online shop yang real, dan kesabaran buyer kalau ada masalah waktu pengiriman akibat kesalahan jasa pengirim barangnya. So, jadi pembeli maupun penjual online shop itu ga semudah yang dibayangkan yaa..dalam hidup ini pasti akan selalu ada yang namanya resiko, kita manusia hanya bisa meminimalisir aja.

Semoga artikel ini berguna buat kalian yang mungkin mau mencoba jadi seller online shop atau mau nyoba belanja di online shop. Sekarang aku mau lanjut nongkrongin sinetron kesayangan lagi, hihihi..

C u nx post, guys... ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar